STIKES Pelita Ibu Kendari Perkenalkan Denah Evakuasi Darurat untuk Tingkatkan Keselamatan Civitas Ak
Kendari — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pelita Ibu Kendari resmi memperkenalkan denah evakuasi darurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus. Denah tersebut mencakup panduan evakuasi untuk dua lantai gedung utama, lengkap dengan jalur keluar, titik kumpul, serta fasilitas keselamatan.
Dalam denah yang dipublikasikan, terlihat bahwa setiap lantai telah dilengkapi dengan jalur evakuasi yang ditandai garis putus-putus berwarna hijau, mengarahkan penghuni gedung menuju pintu keluar terdekat. Lantai 1 memuat area seperti aula, ruang program studi, lobi, dan farmasi, sementara Lantai 2 mencakup ruang konseling serta beberapa ruangan lainnya. Setiap titik penting seperti tangga darurat, alat pemadam api ringan (APAR), toilet, dan pintu keluar juga ditandai secara jelas.
Selain itu, terdapat penanda “Anda di Sini” yang membantu pengguna memahami posisi awal mereka saat terjadi keadaan darurat, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Pihak kampus juga menyertakan petunjuk keselamatan yang harus diikuti saat terjadi keadaan darurat, seperti tetap tenang, mengikuti arahan petugas, menggunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan, dan segera menuju titik kumpul. Titik kumpul utama ditetapkan di area parkiran gedung, yang ditunjukkan melalui peta terpisah pada bagian bawah denah.
Sebagai langkah antisipatif, STIKES Pelita Ibu Kendari turut mencantumkan nomor-nomor darurat penting, antara lain pemadam kebakaran (113), ambulans (119), kepolisian (110), serta layanan PLN (123). Nomor Satgas K3 kampus juga disediakan untuk koordinasi internal.
Perwakilan kampus menyampaikan bahwa penyusunan denah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tanggap terhadap risiko bencana, seperti kebakaran atau gempa bumi. Mahasiswa dan staf diimbau untuk mempelajari denah tersebut dan mengikuti simulasi evakuasi secara berkala.
Dengan adanya denah evakuasi ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan.